Gerakan Literasi di Musasi

  • -
IMG_8721

Gerakan Literasi di Musasi

Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Budaya literasi dimaksudkan, untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca dan menulis, yang pada akhirnya menciptakan sebuah karya. Membudayakan atau membiasakan untuk membaca dan menulis itu, perlu proses. (http://www.triniharyanti.id/2014/02/membangun-budaya-literasi-dengan.html)

Sayangnya, minat membaca dan menulis masyarakat Indonesia tergolong rendah. Hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut, budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012, terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. Sementara Vietnam, justru menempati urutan ke-20 besar.

IMG_8715

PISA juga menempatkan posisi membaca siswa Indonesia, di urutan ke 57 dari 65 negara yang diteliti. PISA menyebutkan, tak ada satu siswa pun di Indonesia yang meraih nilai literasi di tingkat kelima. Hanya 0,4 persen siswa, yang memiliki kemampuan literasi tingkat empat. Selebihnya di bawah tingkat tiga, bahkan di bawah tingkat satu.

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia ini, makin menyebabkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia juga hanya jalan di tempat (stagnan) dan cenderung mundur. Berdasarkan beberapa penelitian, penyebab rendahnya budaya baca ini karena masyarakat Indonesia lebih suka menonton televisi (TV), mendengarkan radio, dan bergelut pada dunia maya (internet dan media sosial) dibandingkan membaca buku. Istilahnya, masyarakat Indonesia lebih suka mengirim SMS atau BBM-an, Facebook-an atau Twitter-an dibandingkan membaca buku. (http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/15/05/26/noyj6v-menumbuhkan-minat-baca-masyarakat)

Oleh sebab itu, SMP Musasi melakukan upaya dengan mencanangkan program literasi. Pelaksanaannya melalui kerjasama dengan koran Jawa Pos. Setiap hari, siswa secara bergiliran membaca koran, kemudian meringkas tulisan yang ada dengan bahasanya sendiri. Hasil tulisan resume terbaik, akan mendapatkan penghargaan dari sekolah.

Dua hari berturut-turut (3-4 Mei 2016) siswa kelas 7 dan kelas 8 mendapatkan sosialisasi tentang budaya literasi ini. Mereka berkumpul di aula untuk mendapatkan penjelasan dari tim literasi musasi. Para siswa diberi penjelasan mengenai teknik dan langkah-langkah membuat resume yang baik. Setelah itu, dilanjutkan praktik langsung meresume koran Jawa Pos edisi hari itu.


  • -
me1

Kado Hardiknas

Category : Kegiatan

Hari Pendidikan Nasional tahun 2016 ini, memberikan kado yang terindah untuk SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Kado itu berupa gelar Excellent School dan Juara Umum Tingkat SMP di acara Muhammadiyah’s Education Award.

 

ME Award, merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Jawa Timur. Di acara ini, diselenggarakan dua event sekaligus. Yaitu Olimpiade bagi guru dan siswa, serta konferensi nasional bagi para kepala sekolah.

Olimpiade bagi guru dan siswa, meliputi berbagai cabang kegiatan untuk tingkat SD sampai SMA/SMK. Bagi guru, ada lomba Penelitian Tindakan Kelas, dan Pembuatan Media Inovasi Pembelajaran. Sedangkan bagi siswa, meliputi olimpiade matematika dan IPA, al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam bahasa Inggris dan Arab, majalah sekolah, serta lomba robotika.

Meski olimpiade ini diselenggarakan oleh PWM Jawa timur, namun pesertanya ada yang berasal dari luar Jawa. Diantaranya Jawa Tengah, Bali, Riau, dan Kalimantan. Sehingga, bisa dikategorikan olimpiade tingkat nasional. Total seluruh peserta, mencapai lima ribuan.

Begitupun konferensi yang diselenggarakan. Narasumber yang berbicara, merupakan tokoh-tokoh pendidikan di tingkat nasional. Bahkan mengundang tokoh pendidikan dari Singapore dan Kedutaan Amerika Serikat. Sebagai narasumber wajib, tentu saja dari PP Muhammadiyah. Kali ini, ME Award mengambil tema: “The Rise of Muhammadiyah Millenial Generation as Future Leader.”

me3

Di penghujung acara, diselenggarakan malam penganugerahan kepada para peraih prestasi. Anugerah Excellent School yang diraih SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, merupakan hasil penilaian tim penilai yang menggunakan instrumen akreditasi dan ditambah dengan instrumen ISMUBA. Sedangkan gelar Juara Umum tingkat SMP, dianugerahkan kepada SMP Musasi karena berhasil meraih satu emas dan satu perak. Medali emas dipersembahkan oleh Alfariza Dika (9A) dalam olimpiade Fisika, sedangkan medali perak dipersembahkan oleh tim robot maze solving: Reihan Oka Rafiandi dan Muhammad Syarif Rafi (kelas 8).

me2

Sementara pemenang yang lainnya adalah: Gilang Arya (peringkat 10 ISMU), Balqis Prameswar (peringkat 9 Fisika), dan Musasi Megazine (peringkat 5 Majalah Sekolah).


  • -

  • -

Hari Guru se Dunia

Selamat Hari Guru Se-Dunia

Sumber Gambar: www.unesco.org


  • -

Workshop Robot Fischer Technic

Category : Kegiatan

Siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo mendapat kesempatan untuk belajar merakit dan memprogram robot dari Fischer Technic – sebuah perusahaan robot dari Jerman. Sebanyak 15 putra dan putri dari kelas 7, 8 dan 9 mengikuti workshop ini dengan penuh perhatian. Tidak ketinggalan Pak Ulum, Pak Lulut, Pak Anwar dan Pak Zaini juga ikut serta merakit robot.

“Read More”