Mukim SMP Musasi sebagai Latihan untuk Kelas Boarding Sesungguhnya

Loading

Mukim siswa-siswi kelas Boarding dilaksanakan untuk kedua kalinya pada Jum’at – Sabtu (8-9/9/2023) di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi). Setelah pertama kali dilakukan pada hari yang sama tanggal (25-26/8/2023), kedepannya mukim ini rutin dilaksanakan setiap dua pekan sekali. Edy Prawoto, SAg., MPd. menerangkan tujuan mukim ini adalah membekali pengetahuan agama yang diiringi dengan peningkatan ibadah setiap siswa kelas Boarding. “Nantinya siswa kelas Boarding memiliki kelebihan di bidang Agama dibandingkan siswa kelas peminatan yang lain,” ujar Kepala program studi (Kaprodi) kelas peminatan Boarding.

Bimbingan menjadi muazin, imam dan narasumber kultum (Aira-smpmusasi.sch.id)

Ayah dua anak itu melanjutkan, tidak hanya Fiqih dan Aqidah saja yang disampaikan ke siswa kelas peminatan Boarding. Ilmu agama lainnya juga disampaikan kepada mereka, karena ini menjadi langkah awal mengantarkan siswa kelas peminatan Boarding ke arti Boarding sesungguhnya. “InshaAllah di bulan Desember gedung baru SMP Musasi yang digunakan untuk tinggal sehari-hari rampung, sehingga di semester genap nanti siswa kelas 7 hingga kelas 9 kelas peminatan Boarding sudah bisa menempatinya,” ujar pria yang dulunya pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Musasi periode 2009-2013.

Senada dengan yang disampaikan Edy, Zulfatul Azizah, SPd., selaku wakil kepala bidang Kesiswaan juga berharap kedepannya karakter Islami akan tumbuh di siswa kelas peminatan Boarding sehingga dapat menjadi teladan bagi sekitarnya. “Saya berharap semua yang disampaikan oleh tim pengembang kelas peminatan Boarding ini nantinya dapat diterapkan oleh seluruh siswa yang mengikuti kegiatan mukim ini, sehingga contoh kegiatan kecil seperti shalat berjamaah sudah tidak perlu disuruh lagi ketika adzan berkumandang,” ujar Zulfa. “Dan nantinya hal tersebut lah dapat menginspirasi siswa dari kelas peminatan yang lainnya,” lanjutnya.

Praktik shalat bersama ustadz M. Ardiansyah, Lc (Orlin-smpmusasi.sch.id)

Amalina Indraswari, SHum., pemateri Tahsinul Quran menyampaikan kepada seluruh siswa dalam belajar Al-Quran dengan baik dan benar adalah dengan memahami tajwidnya. “Salah satu contohnya adalah apabila nun sukun bertemu dengan tanwin itu ada lima hukumnya, antara lain Idhar Halqi, Idgham Bighunnah, Idgham Bilaghunnah, Iqlab, dan Ikhfa’ Haqiqi tentunya siswa kelas peminatan boarding harus bisa membedakan,” ujar Amel sapaan akrabnya. Ia melanjutkan, kekeluargaan antar siswa juga terbangun di kegiatan ini.

“Awalnya siswa kelas 7 masih malu-malu dengan kakak-kakaknya di kelas 8 dan kelas 9, namun sekarang sudah bisa membaur satu dengan yang lainnya,” sambungnya. Hal tersebut bisa menjadikan mereka sefrekuensi untuk melakukan kegiatan favorit mereka ketika senggang, bermain bola misalnya. “Sebagai guru juga terkadang kita sedikit memberikan permainan kecil untuk relaksasi saat proses pembelajaran sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton dan membosankan,” pungkasnya.

Salah satu siswa kelas 7, Muhammad Izzan Fattah mengaku senang mengikuti acara mukim ini. “Senang bisa bergaul dengan kakak-kakak kelas 8 dan kelas 9, karena kita semuanya pun bisa menjadi akrab, dan tentunya aku juga sudah siap mengikuti pembelajaran Boarding yang sebenarnya ketika gedungnya sudah jadi.” Setiap Sabtu pagi, siswa kelas Boarding diajak untuk mengikuti olahraga panahan. Saat panahan seluruh siswa diajarkan bagaimana cara memegang busur, bagaimana meletakkan panah yang benar serta cara membidik sehingga tepat pada sasaran nya. Karena panahan ini merupakan salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah.

Kontributor : Maritza Orlin Zahira

Editor : Achmad Bagus Hendy Kurniawan

Leave a Reply